Minggu, 29 November 2015

Muslimah HTI Gelar Aksi Anti-HIV/AIDS


Muslimah HTI Gelar Aksi Anti-HIV/AIDS

Ahad, 29 November 2015 | 16:48 WIB

Republika/Raisan Al Farish

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sejumlah muslimah yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung, menggelar aksi damai turun ke jalan dalam Kota Bandar Lampung, Ahad (29/11). Mereka mengusung kampanye anti-HIV/AIDS dengan syariat Islam dan khilafah.

Hujan dan jalanan yang basah, tak membuat aktivis muslimah HTI surut beraksi. Mereka berjalan sejauh tiga kilometer dari Masjid Taqwa hingga Bundara Tugu Adipura, pusat kota berjuluk Tapis Berseri.

Gizhel, dari Muslimah HTI Lampung, mengatakan aksi turun ke jalan untuk memunculkan opini publik terkait pendidikan kesehatan reproduksi (kespro). HTI menilai, kata dia, pendidikan Kespro selama ini tidak mampu dan tidak akan mampu mencegah berkembangnya HIV/AIDS.

"Untuk memenyelamatkan umat dari HIV/AIDS, diterapkannya syariat Islam dalam institusi khilafah Islamiyah," ujarnya.

Ia menegaskan aksi muslimah HTI itu bukan bermaksud merayakan hari AIDS pada 1 Desember mendatang. Menurut dia, momentum tersebut menjadi tepat bagi muslimah HTI untuk mempublikasikan bahwa pendidikan kespro sudah tidak relevan dalam mencehag berkembangnya HIV/AIDS di masyarakat.

Rep: Mursalin Yasland / Red: Muhammad Hafil

Jumat, 27 November 2015

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

November 27th, 2015 by farid

سم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki!

Pertanyaan:

Pertanyaan saya tentang dampak ditembak-jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki: apakah hal itu akan menyebabkan peningkatan eskalasi persenjataan udara di wilayah udara Suria? Dan apakah hal itu akan meluas ke wilayah udara Turki? Terima kasih.

Jawab:

Adapun tentang wilayah udara Suria:

1. Jika yang dimaksud peningkatan eskalasi adalah lalu-lalangnya pesawat tempur di udara Suria dan membom daratan termasuk manusia, pepohonan, dan bebatuan, maka itulah yang sebenarnya sedang terjadi. Pesawat-pesawat tempur itu bahkan tidak menyisakan tenaga untuk itu…

Tetapi jika yang dimaksudkan peningkatan eskalasi adalah pesawat-pesawat itu saling serang dan masuk dalam perang udara, maka itu kecil kemungkinannya, setidaknya sejauh yang bisa dipandang. Hal itu karena sebab-sebab yang telah kami sampaikan di dalam produk keluaran kami pada 11/10/2015 dan dalam Jawab Soal pada 18/11/2015 M.

2. Adapun meluasnya peningkatan eskalasi itu ke wilayah udara Turki, dan seolah yang Anda maksudkan adalah meletusnya perang udara antara Rusia dan Turki; dimana pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang pesawat-pesawat tempur Turki sebagai reaksi atas ditembakjatuhnya pesawat tempur Rusia… Jika ini yang dimaksud, maka kemungkinannya kecil; setidaknya sejauh yang bisa dilihat. Hal itu karena sebab-sebab berikut:

– Intervensi udara oleh Rusia di Suria terjadi melalui kesepakatan dengan amerika. Dan rezim politik Turki sekarang ini termasuk pengikut amerika. Karenanya, hal itu tidak memungkinkannya merusak kesepakatan yang diikat oleh amerika…

– Bukti-bukti atas kesepakatan itu sangat menyolok mata. Kami telah menjelaskannya dalam produk keluaran dan Jawab Soal yang telah disebutkan di atas… Dan Putin juga mengungkap hal itu. Putin mengatakan di Sochi pada Selasa 24 November 2015, menjelaskan insiden jatuhnya pesawat bahwa itu adalah “tikaman dari belakang”. (Radio Sawa, 24/11/2015) Ini berarti bahwa kesepakatan itu ada dan dilanggar…

– Yang lebih rajih bahwa ditembak-jatuhnya pesawat Rusia itu terjadi tanpa keputusan dari kepemimpinan politik Turki, akan tetapi keputusannya dari komando di militer yang memiliki tujuan-tujuan politis yang berbeda dengan Erdogan. Hal itu bercampur dengan ghirah (semangat) terhadap apa yang mereka saksikan berupa pemboman terhadap saudara-saudara mereka orang Turkmen di perbatasan mereka…

Ini yang tampak di belakang layar, bahkan juga tampak di depannya, yaitu dalam pernyataan perdana menteri Turki: “Perdana Menteri Turki, Ahmed Davut Oglu, dari pihaknya, ia menjelaskan bahwa keputusan angkatan bersenjata Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia terjadi karena dorongan melindungi perbatasan…” (Radio Sawa, 24/11/2015)

Berdasarkan yang lebih rajih, Rusia mamahami hal itu. Rusia paham bahwa pemerintah Turki tidak membatalkan kesepakatan. Ini bukan pertama kalinya pesawat Rusia melanggar perbatasan Turki dan pemerintah Turki tidak menghalanginya. Pemahaman Rusia bahwa penembakan pesawat itu bukan melalui keputusan politis dari pemerintah Turki melainkan keputusan dari sebagian komando militer Turki membuat adanya kemungkinan pengakomodasian perkara itu dan berikutnya jauh kemungkinannya terjadi perang antara Rusia dan Turki… Yang mungkin adalah perkara-perkara itu diselesaikan melalui sarana-sarana politik yang menjaga raut muka semua pihak, dalam bentuk hubungan-hubungan perdagangan atau diplomatik atau berbagai mediasi atau Rusia mengintensifkan serangan di daerah-daerah jatuhnya pesawat Rusia atau semacam itu sebagai reaksi yang dianggap pantas… amerika memiliki peran utama dalam hal itu, khususnya dalam masalah mendisiplinkan pasukan… amerika juga memiliki peran utama dalam mengadakan jalan keluar dalam masalah penafsiran tentang di mana dan bagaimana pesawat Rusia itu jatuh untuk menyenangkan kedua pihak. Pejabat amerika kemarin 25/11/2015 mengatakan bahwa “Washington yakin bahwa pesawat ditembak di wilayah udara Suria setelah dalam waktu singkat terbang di wilayah udara Turki. Hal itu sesuai penilaian bersandar kepada jejak termal pesawat.” (Deutsche Welle, 25/11/2015) Di sini amerika menyenangkan kedua pihak!

– Seperti yang kami sebutkan di jawaban “minimal sejauh yang bisa dilihat”, yakni sesuai data-data yang bisa dilihat. Jika tidak, maka tumpang tindihnya aksi-aksi militer dengan aktifitas-aktifitas politik membuat kemungkinan terjadinya fluktuasi dalam berbagai peristiwa dan akibat-akibatnya tidak bisa dijauhkan…

– Dan terakhir, sungguh hal yang manyakitkan adalah meskipun itu adalah negeri Islam namun hasil-hasil dan peristiwa-peristiwa di sana dikendalikan oleh kaum kafir imperialis dan antek-antek mereka! Meski demikian, hari-hari itu terus bergilir dan tidak akan panjang waktunya, dengan izin Allah, hingga cahaya al-Khilafah menyinari negeri Islam, bahkan menyebar ke segala penjuru bumi, dan musuh-musuh Islam akan lari tunggang langgang ke jantung negeri mereka… itu jika masih tersisa untuk mereka jantung negeri itu.

﴿وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ ﴾

“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.” (TQS Shad [38]: 88)

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

13 Shafar 1437 H
25 November 2015 M
https://www.facebook.com/Ata.abualrashtah/posts/514954815339267:0

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

November 27th, 2015 by farid

سم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki!

Pertanyaan:

Pertanyaan saya tentang dampak ditembak-jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki: apakah hal itu akan menyebabkan peningkatan eskalasi persenjataan udara di wilayah udara Suria? Dan apakah hal itu akan meluas ke wilayah udara Turki? Terima kasih.

Jawab:

Adapun tentang wilayah udara Suria:

1. Jika yang dimaksud peningkatan eskalasi adalah lalu-lalangnya pesawat tempur di udara Suria dan membom daratan termasuk manusia, pepohonan, dan bebatuan, maka itulah yang sebenarnya sedang terjadi. Pesawat-pesawat tempur itu bahkan tidak menyisakan tenaga untuk itu…

Tetapi jika yang dimaksudkan peningkatan eskalasi adalah pesawat-pesawat itu saling serang dan masuk dalam perang udara, maka itu kecil kemungkinannya, setidaknya sejauh yang bisa dipandang. Hal itu karena sebab-sebab yang telah kami sampaikan di dalam produk keluaran kami pada 11/10/2015 dan dalam Jawab Soal pada 18/11/2015 M.

2. Adapun meluasnya peningkatan eskalasi itu ke wilayah udara Turki, dan seolah yang Anda maksudkan adalah meletusnya perang udara antara Rusia dan Turki; dimana pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang pesawat-pesawat tempur Turki sebagai reaksi atas ditembakjatuhnya pesawat tempur Rusia… Jika ini yang dimaksud, maka kemungkinannya kecil; setidaknya sejauh yang bisa dilihat. Hal itu karena sebab-sebab berikut:

– Intervensi udara oleh Rusia di Suria terjadi melalui kesepakatan dengan amerika. Dan rezim politik Turki sekarang ini termasuk pengikut amerika. Karenanya, hal itu tidak memungkinkannya merusak kesepakatan yang diikat oleh amerika…

– Bukti-bukti atas kesepakatan itu sangat menyolok mata. Kami telah menjelaskannya dalam produk keluaran dan Jawab Soal yang telah disebutkan di atas… Dan Putin juga mengungkap hal itu. Putin mengatakan di Sochi pada Selasa 24 November 2015, menjelaskan insiden jatuhnya pesawat bahwa itu adalah “tikaman dari belakang”. (Radio Sawa, 24/11/2015) Ini berarti bahwa kesepakatan itu ada dan dilanggar…

– Yang lebih rajih bahwa ditembak-jatuhnya pesawat Rusia itu terjadi tanpa keputusan dari kepemimpinan politik Turki, akan tetapi keputusannya dari komando di militer yang memiliki tujuan-tujuan politis yang berbeda dengan Erdogan. Hal itu bercampur dengan ghirah (semangat) terhadap apa yang mereka saksikan berupa pemboman terhadap saudara-saudara mereka orang Turkmen di perbatasan mereka…

Ini yang tampak di belakang layar, bahkan juga tampak di depannya, yaitu dalam pernyataan perdana menteri Turki: “Perdana Menteri Turki, Ahmed Davut Oglu, dari pihaknya, ia menjelaskan bahwa keputusan angkatan bersenjata Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia terjadi karena dorongan melindungi perbatasan…” (Radio Sawa, 24/11/2015)

Berdasarkan yang lebih rajih, Rusia mamahami hal itu. Rusia paham bahwa pemerintah Turki tidak membatalkan kesepakatan. Ini bukan pertama kalinya pesawat Rusia melanggar perbatasan Turki dan pemerintah Turki tidak menghalanginya. Pemahaman Rusia bahwa penembakan pesawat itu bukan melalui keputusan politis dari pemerintah Turki melainkan keputusan dari sebagian komando militer Turki membuat adanya kemungkinan pengakomodasian perkara itu dan berikutnya jauh kemungkinannya terjadi perang antara Rusia dan Turki… Yang mungkin adalah perkara-perkara itu diselesaikan melalui sarana-sarana politik yang menjaga raut muka semua pihak, dalam bentuk hubungan-hubungan perdagangan atau diplomatik atau berbagai mediasi atau Rusia mengintensifkan serangan di daerah-daerah jatuhnya pesawat Rusia atau semacam itu sebagai reaksi yang dianggap pantas… amerika memiliki peran utama dalam hal itu, khususnya dalam masalah mendisiplinkan pasukan… amerika juga memiliki peran utama dalam mengadakan jalan keluar dalam masalah penafsiran tentang di mana dan bagaimana pesawat Rusia itu jatuh untuk menyenangkan kedua pihak. Pejabat amerika kemarin 25/11/2015 mengatakan bahwa “Washington yakin bahwa pesawat ditembak di wilayah udara Suria setelah dalam waktu singkat terbang di wilayah udara Turki. Hal itu sesuai penilaian bersandar kepada jejak termal pesawat.” (Deutsche Welle, 25/11/2015) Di sini amerika menyenangkan kedua pihak!

– Seperti yang kami sebutkan di jawaban “minimal sejauh yang bisa dilihat”, yakni sesuai data-data yang bisa dilihat. Jika tidak, maka tumpang tindihnya aksi-aksi militer dengan aktifitas-aktifitas politik membuat kemungkinan terjadinya fluktuasi dalam berbagai peristiwa dan akibat-akibatnya tidak bisa dijauhkan…

– Dan terakhir, sungguh hal yang manyakitkan adalah meskipun itu adalah negeri Islam namun hasil-hasil dan peristiwa-peristiwa di sana dikendalikan oleh kaum kafir imperialis dan antek-antek mereka! Meski demikian, hari-hari itu terus bergilir dan tidak akan panjang waktunya, dengan izin Allah, hingga cahaya al-Khilafah menyinari negeri Islam, bahkan menyebar ke segala penjuru bumi, dan musuh-musuh Islam akan lari tunggang langgang ke jantung negeri mereka… itu jika masih tersisa untuk mereka jantung negeri itu.

﴿وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ ﴾

“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.” (TQS Shad [38]: 88)

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

13 Shafar 1437 H
25 November 2015 M
https://www.facebook.com/Ata.abualrashtah/posts/514954815339267:0

Senin, 23 November 2015

Kerry rallies Gulf Arabs behind renewed anti-IS push

Kerry rallies Gulf Arabs behind renewed anti-IS push

POSTED: 23 Nov 2015 22:09

ABU DHABI: US Secretary of State John Kerry travelled to the Gulf on Monday (Nov 23) to stress the urgent need to unite a region riven by conflict against the threat from the militant Islamic State group.

Kerry believes his ambitious plan to bring Syria's other warring parties to the negotiating table is the key to isolating and ultimately defeating the extremists.

So he came to Abu Dhabi to encourage his Emirati and Saudi allies in their efforts to convince Syria's rebel factions to agree a ceasefire with Bashar al-Assad's regime.

"That's why I'm here," he told reporters, repeating his hope that a ceasefire between the opposition and the government could be struck "in a few weeks".

"We're working very hard to accelerate the efforts out of Vienna, to give that diplomatic process life," he said. "You can be confident that the diplomatic front is in high gear, with a very real plan on the table to be implemented."

Last month, 17 nations plus the United Nations, Arab League and European Union met in Vienna to set a framework for a ceasefire and peace talks to halt Syria's civil war.

Kerry held meetings with Abu Dhabi Crown Prince Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan and United Arab Emirates Foreign Minister Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan.

Later on Monday, he was due to sit down to talk at "great length" with Saudi Arabia's Foreign Minister Adel al-Jubeir about his outreach to the Syrian opposition.

In the wake of the attacks in Paris earlier this month and the security scare in Brussels, fears are rising that IS is gaining in strength and reach.

France's President Francois Hollande is due in Washington on Tuesday to lobby President Barack Obama to focus US military and diplomatic firepower on the group.

Russia's Vladimir Putin claims his forces are already doing this, dismissing Western and Arab concerns about Assad's rule as a distraction from the main fight.

But Washington thinks it can quickly launch a peace process designed to sideline Assad and build a stable Syria while still leading a military coalition against the militants.

"While there are still foreign fighters trying to get to Syria, there are literally thousands, tens of thousands that have been stopped," Kerry said.

AMBITIOUS PLAN

He said IS funding from oil exports was being cut off and that the group has lost 25 percent of its territory in its heartland of eastern Syria and northern Iraq.

And now, US special forces are preparing to deploy into Syria to help local groups battle IS.

The Vienna powers have set an ambitious target date of January 1 for talks and a ceasefire to begin, but the participants have yet to be identified.

Saudi Arabia, which supports some of the Sunni rebel forces on the battlefield, has taken charge of assembling a motley coalition of opposition exile groups and armed factions.

Kerry was keen to hear from Jubeir how this process is going and whether the key players would be ready for the January 1 target date for talks to begin.

These would exclude IS and the Al-Qaeda affiliated Al-Nusra Front. However, they could draw in groups such as Al-Nusra's powerful ally Ahrar al-Sham.

The hope is that if a broad enough "moderate" opposition coalition can enter peace negotiations with Assad's loyalists, a path to a political transition can be found.

Meanwhile, the various local and international armies which have been drawn into the conflict will focus their fire on hardline militants like IS.

Asked whether Washington was under pressure from European allies to work with Russia against IS, Kerry said some of them "were wondering whether it was possible."

"And," he added, "under the right circumstances the answer is 'yes', it's possible, but we need to get the political process moving, we're weeks away, maybe one or two weeks."

But he warned that if "certain entities" think that by working with Russia the United States is helping Assad cling to power, that would imperil efforts to get Sunni rebels to the table.

"And then you'll have greater support going to bad actors which ultimately could fuel greater growth in Nusra and Daesh," he said, using an Arabic term for IS.

After Monday's one-day stopover in Abu Dhabi, Kerry was to head on to Israel and the Palestinian territories on Tuesday for talks on an upsurge of violence there.
- AFP/ec

Jawab Soal Bersama Amir Hizbut Tahrir : Perkembangan Mutakhir di Medan Suria dan Apakah Ada Hubungannya dengan Serangan Paris?

Jawab Soal Bersama Amir Hizbut Tahrir : Perkembangan Mutakhir di Medan Suria dan Apakah Ada Hubungannya dengan Serangan Paris?

November 23rd, 2015 by farid

بسم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal:

Perkembangan Mutakhir di Medan Suria

dan Apakah Ada Hubungannya dengan Serangan Paris?

Pertanyaan:

Situasi Suria, khususnya pasca serangan brutal Rusia, menjadi ajang militer bagi pesawat tempur amerika, Rusia, Suria dan lainnya, di samping konflik militer darat …
Pada waktu yang sama, pembicaraan politik di Wina yakni Konferensi Wina 1, 2 dan 3 juga makin meningkat, ditambah berbagai pembicaraan terpisah… Pertanyaan saya adalah: kenapa tidak terjadi benturan militer antara pesawat di udara padahal berasal dari negara-negara yang berbeda? Kemudian kenapa eskalasi militer ini diiringi dengan eskalasi politis? Dan terakhir, apa penyelesaian yang mungkin terjadi untuk masalah Suria? Kemudian apakah serangan Paris pada hari Jumat 13/11/2015, beberapa jam sebelum penyelenggaraan konferensi Wina ke-3 pada 14/11/2015, mempengaruhi penyelesaian yang mungkin terjadi pada masalah Suria? Atau serangan itu tidak ada hubungan dengan hal itu dan bahwa kesamaan waktu itu hanya kebetulan? Saya mohon jawaban akan tetapi tanpa masuk terlalu dalam pada analisis politis, akan tetapi jawaban sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda.

Jawab:

Saya akan mulai dari bagian akhir pertanyaan. Jika yang dimaksudkan dari penyederhanaan jawaban adalah agar jawaban itu jelas dengan dibuat point-point tanpa rancu dan ambigu dan dengan lafazh-lafazh yang memiliki konotasi yang jelas tidak diliputi tawriyah dan semacamnya … maka ini adalah karakter spesifik dari berbagai produk keluaran kami baik berupa leaflet (nasyrah), keterangan, jawab soal atau yang lain… Adapun jika yang dimaksudkan dengan penyederhanaan itu adalah agar tidak dikaji berbagai pendahuluan dan latar belakang berbagai masalah dan agar tidak diuji kedalaman faktanya dan sebab-sebabnya… Maka hal ini tidak bisa dilakukan dalam membahas krisis-krisis politik. Sebab, jawaban itu wajib dibangun berdasarkan data dan informasi yang diduga kuat kebenaran dan kesahihannya. Jika tidak dikaji fakta-fakta, dorongan-dorongan, sebab-sebab, dan bukti-bukti yang berhubungan, lalu dikaitkan dengan baik; maka jawaban akan bersifat dangkal dan candaan. Ini yang kami jauhi dalam berbagai produk keluaran kami. Kami berupaya agar jawaban itu benar dan lurus semampu kami. Mudah-mudahan dengan membaca jawaban kami ini menjadi jelas kejujuran dan kebenaran pandangan kami, insya’a Allah. Dan berikut jawaban untuk cabang-cabang pertanyaan Anda:

Pertama: Masalah Tidak Adanya Benturan:

Betul, negara itu berbeda-beda dalam hal nama dan letaknya, akan tetapi (ajarannya) dalam masalah krisis Suria adalah sama. Karena itu strategi hingga filamennya terkontrol.

Berikut penjelasannya:
Terkait dengan rezim Suria, rezim Suria adalah antek tulus amerika pada masa Bashar dan bapaknya. Ia menjaga kepentingan-kepentingan amerika dan kepentingan-kepentingan negara Yahudi… Penarikan diri Hafez Asad dari Golan dan penyerahan Golan kepada Yahudi, kemudian Hafez menjadikannya wilayah aman untuk Yahudi selama sekitar 40 tahun. Lalu rezim Suria ikut serta dalam koalisi amerika selama perang teluk kedua pada tahun 1991. Lalu berbagai pembicaraan dan konspirasi yang diatur dan diarahkan oleh amerika di kawasan; dan rezim Suria menjadi alat amerika yang tunduk patuh dan dikontrol dengan politik amerika … Semua itu membuat aksi pesawat Suria yang menyerang masyarakat berada dalam cakupan politik amerika sehingga pesawat Suria tidak berdekatan dengan pesawat amerika, bahkan pesawat Suria menjalankan misinya dalam cakupan strategi yang telah digariskan. Apa yang disebarkan pada tahun lalu, ketika aktifitas koalisi militeristik amerika di Suria dimulai, bahwa pemberitahuan tentang hal itu telah diberikan kepada rezim … semua itu telah cukup dan tidak memerlukan penjelasan lebih banyak.

Adapun tentang serangan Rusia terhadap Suria, bahwa itu terjadi dengan kesepakatan dengan Amerika dan dengan koordinasi diantara pesawat kedua pihak. Kami telah menjelaskan hal itu dalam produk keluaran kami tertanggal 11/10/2015 seputar masalah itu. Saya kutipkan sebagian yang ada hubungan: [Di sini datang bencana. Amerika menampakkan diri bersama orang-orang revolusioner dan sulit baginya memerangi revolusioner secara terbuka, sementara mereka telah menimpakan bahaya atas rezim padahal alternatif Amerika belum matang sama sekali. Disitulah terjadi permainan api keji agar Rusia melakukan tugasnya. Peran Rusia adalah mendukung rezim dan menentang revolusioner secara terbuka. Perang terhadap revolusioner itu, Rusia punya justifikasi. Yaitu rezim Suria mengundang Rusia dengan perintah dari Amerika, dan itulah yang terjadi… Rusia setuju memainkan peran jahat keji di Suria demi Amerika!… Serangan Rusia dari udara, laut dan darat, dengan pangkalan dan penasehat mereka, adalah melalui koordinasi dengan Amerika, bahkan mewakili dan dengan perintah dari Amerika…. Semua orang yang berakal akan paham, pesawat tempur dua negara jika terbang di langit yang sama, itu terjadi dengan koordinasi keduanya sebagai dua teman atau dalam bentuk perang diantara keduanya sebagai musuh lalu saling tembak seperti perang manapun. Jika tidak, maka keduanya adalah dua teman yang berkoordinasi udara untuk merealisasi satu tujuan. Pernyataan kedua pihak menegaskan koordinasi ini. “Kementerian luar negeri Rusia mengatakan dalam keterangan yang dilansir di situsnya, Kamis 8/10/2015: “sesuai tugas dari presiden Rusia Putin dan sejawat Amerikanya Barack Obama dalam penutupan pertemuan keduanya di sela-sela sidang umum PBB, menteri luar negeri mendiskusikan jalan penyelesaian situasi di Suria, termasuk pentingnya menghindari terjadinya insiden di wilayah udara di atas Suria dan penguatan proses rekonsiliasi politik di Suria sesuai keterangan Jenewa 30/6/2015.” Keterangan itu menambahkan, kedua menteri luar negeri “memaparkan langkah-langkah implementasi kesepakatan Minsk seputar Ukraina yang ditandatangani pada 12 Februari…” (al-Hayat, edisi Rabu, 7/10/2015)] selesai.
Dan saya tambahkan:
Serangan Rusia ke Suria pada 30/9/2015 didahului langsung oleh pertemuan Obama dan Putin pada 29/9/2015. Pertemuan itu berlangsung selama 90 menit… Krisis Ukraina menjadi topik pertama. Sementara itu kedua kepala negara memfokuskan pada masalah di Suria pada bagian sisa pertemuan. Hasil-hasil pertemuan itu tampak secara langsung (dan pada 30/9/2015 Parlemen Rusia menyepakati secara bulat permintaan Putin menggunakan kekuatan udara Rusia di Suria) (Russia today, 30/9/2015)…

Sampai tentang posisi-posisi yang diserang oleh Rusia di Suria sebagian besarnya dengan kesepakatan dengan amerika. CNN mengutip pada 4/10/2015: (Letnan Jenderal Andrey Kartopolovpejabat militer di staf angkatan bersenjata Rusia pada Sabtu sore 3/10/2015 mengatakan, tempat-tempat yang dijadikan sasaran oleh senjata udara Rusia di Suria sebelumnya telah diberitahukan kepada Moskow oleh komando militer amerika bahwa itu adalah tempat-tempat yang ditempati teroris saja. Pejabat itu melanjutkan sesuai apa yang dikutip oleh kantor berita Itar Tass Rusia: “amerika Serikat menginformasikan kepada kami melalui komunikasi bersama bahwa tidak ada selain teroris di tempat-tempat itu.”)

Terjadi koordinasi yang kuat antara pesawat-pesawat Rusia dan amerika di udara Suria sampai-sampai digambarkan dengan latihan: (kementerian pertahanan amerika Pentagon pada Selasa 3/11/2015 mengumumkan bahwa personel amerika dan Rusia sukses melatih mekanisme yang memungkinkan pesawat-pesawat mereka yang melakukan aksi serangan di udara Suria melakukan kontak langsung untuk menghindari insiden. Juru bicara Pentagon Jeff Davis mengatakan bahwa pesawat amerika “pada Selasa melakukan pengujian komunikasi yang telah disiapkan dengan pesawat Rusia” di udara Suria. Ia menekankan bahwa pengujian itu berlangsung selama “tiga menit” dan mencapai tujuannya”… Di sisi sebaliknya, kantor berita Rusia mengutip seorang jenderal di angkatan bersenjata Rusia, bahwa angkatan udara amerika dan Rusia melakukan latihan bersama di Suria, pada hari Selasa.) (alarabiya.net: 3/11/2015)

Atas dasar itu, pesawat amerika dan Rusia terbang di langit Suria dengan aman dari masing-masing kubu: pesawat amerika membom di Suria dengan sepengetahuan rezim diktator. Pesawat Rusia membom di Suria juga dengan sepengetahuan rezim Suria… Pesawat Rusia lalu lalang di langit Suria melalui kesepakatan dengan amerika dan dengan koordinasi diantara angkatan udara amerika dan Rusia… Begitulah, benturan tidak terjadi, karena yang lalu lalang di langit Suria adalah teman yang harmonis. Makar mereka satu terhadap Islam dan kaum muslim.

قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (TQS alMunafiqun [63]: 4)

Adapun jika keharmonisan hilang diantara keduanya, maka benturan pada waktu itu bisa terjadi.

Kedua: beriringannya aktifitas politik dengan aktifitas militer:

Sebagaimana diketahui bahwa rezim di Suria adalah antek pengikut hina bagi amerika. amerika menganggap Suria sebagai kawasan pengaruh miliknya untuk melayani kepentingan-kepentingannya. amerika sekarang paham bahwa Bashar telah jatuh atau hampir jatuh. Bashar berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melayani kepentingan-kepentingan amerika. Maka amerika mencari alternatif antek yang menggantikan Bashar. amerika khawatir Bashar jatuh sebelum amerika menemukan pengganti Bashar… Karena itu, amerika mendukung Bashar dengan berbagai cara, diantaranya aksi-aksi militer ini untuk merealisasi dua perkara:
Pertama, mendukung diktator Bashar sehingga dia tidak jatuh sebelum amerika menemukan alternatif antek berikutnya untuk menggantikan antek lama. Dengan begitu tidak akan terjadi kekosongan yang diisi dengan jalan yang tidak sesuai dengan kalkulasi-kalkulasi amerika… Kedua, tekanan berturut-turut terhadap warga Suria agar menerima pengganti yang dibuat amerika dari koalisi dan dari faksi-faksi yang disebutnya moderat dan dari beberapa pendukung rezim. Karena itu, cara-cara aksi militer yang dipimpin oleh amerika di Suria begitu beragam, baik berupa cara yang tunduk ke Iran atau partainya Iran atau pendukung-pendukungnya atau belakangan melalui angkatan bersenjata Rusia. Semuanya ada di satu sisi, yakni menyiapkan suasana untuk aksi politik yang pada tingkat pertama merealisasi kemaslahatan amerika. Dan bagi Rusia itu untuk membuat kerelaan kepada Rusia secara relatif untuk meringankan sanksi-sanksi dan masalah Ukraina… Begitulah, aksi-aksi militer meningkat eskalasinya untuk menyiapkan suasana politik. Dengan memonitor apa yang terjadi, perkara ini menjadi jelas sekali. Berbagai pertemuan diadakan berturut-turut pada waktu dimana aksi-aksi militer juga terus berlanjut:

Pada 23 Oktober 2015 diselenggarakan pertemuan kuarteral pertama “Rusia, amerika Serikat, Saudi dan Turki”. (Menteri luar negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, “Para peserta pertemuan kuarteral Rusia, amerika, Saudi dan Turki di Wina Jumat 23 Oktober 2015 sepakat seputar redaksi dukungan luar negeri untuk aktifitas politik di Suria… Ia menyebutkan bahwa semua menteri sepakat atas pentingnya menjaga Suria sebagai negara bersatu sekuler yang memiliki kedaulatan”… Kerry menggambarkan pertemuan empat menteri di Wina sebagai “konstruktif dan produktif”. Kerry menyebutkan bahwa Teheran telah menerima tawaran untuk bergabung ke perundingan khusus rekonsiliasi krisis Suria, seperti yang dikutip kantor berita Blomberg dari menteri amerika…) (Russia Today, 23/10/2015)
Pada sore tanggal 29 Oktober 2015 diselenggarakan pertemuan kuarteral kedua (berakhir pada Kamis malam Jumat 30/10/2015, diselenggarakan pertemuan kuarteral menteri luar negeri Saudi, Turki, Rusia dan amerika Serikat seputar jalan penyelesaian politik yang mengakhiri krisis di Suria. Empat menlu itu tidak memberikan pernyataan apapun kepada media massa pasca pertemuan tersebut … Menteri luar negeri amerika, John Kerry, telah bertemu dengan sejawatnya menteri luar negeri Iran Mohammed Javad Zarif. Kerry menganggap pertemuan Wina tidak akan mengantarkan kepada penyelesaian politik segera. Akan tetapi mungkin pertemuan Wina akan menjadi kesempatan terbaik untuk menyelamatkan Suria dari neraka.) (alarabiya.net, 29/20/2015)
Bisa diperhatikan di sini amerika konsern agar pertemuan-pertemuan itu terjadi antara amerika dengan sekutu dan pengikutnya, Rusia, Turki, Saudi dan Iran. Hal itu untuk menyempurnakan kelompok dan berikutnya rencana-rencana amerika akan berjalan tanpa gangguan Eropa! amerika Serikat konsern mengundang Iran ke pertemuan-pertemuan itu: (amerika pada 27/10/2015 mengumumkan bahwa amerika menyampaikan undangan kepada Iran untuk hadir ke konferensi di Wina. Juru bicara kementerian luar negeri Iran Marzieh Afkham langsung menyatakan, “Kami telah menerima undangan. Telah diputuskan menteri luar negeri akan ikut serta di dalam pembicaraan.” (ash-sharqu al-awsath, 28/10/2015) Bukan hanya itu, bahkan amerika berusaha menjauhkan Eropa dari pertemuan-pertemuan pertama sehingga bebas dari gangguan Eropa selama perundingan. Dengan begitu perundingan akan berlangsung dengan kehadiran sekutu dan para pengikutnya saja. Karena itulah Perancis gelisah. Sebagai reaksi, menteri luar negeri Perancis menyerukan malam amal pada 27/10/2015. Laurent Fabius mengatakan bahwa “malam amal” akan diadakan di kantor menteri luar negeri dengan dihadiri oleh partner Perancis dalam menangani krisis Suria”. Ia menambahkan bahwa mereka yang berkumpul akan mendiksusikan jalan transisi politik demi Suria bersatu dan demokratis, menghormati semua komponen bangsa, dan mendukung perang kita melawan teroris.” Akan tetapi, amerika tidak menaruh perhatian terhadap “malam amal” itu, di mana amerika hanya mengutus deputi menteri luar negeri Antony Blinken dan bukannya menlu John Kerry.) (BBC, 27/10/2015) Tampak bahwa pertemuan Perancis hanya usaha untuk mendapatkan tempat di perundingan Wina.
Hampir saja amerika berhasil dalam terus menjauhkan Eropa, seandainya tidak meletus krisis pengungsi Suria dan beralihnya pengaruh krisis itu ke jantung Eropa, sehingga dikatakan bahwa krisis pengungsi membuat Eropa lupa dengan krisis Yunani… Terjadi pemfokusan terhadap masalah krisis pengungsi itu di media di Eropa selama empat bulan terakhir, khususnya oleh Inggris dan Perancis. Kemudian krisis pengungsi itu meningkat sampai menjadi pintu masuk untuk Eropa, khususnya Perancis dan Inggris untuk melintas ke arah krisis Suria. Akhirnya tidak terelakkan lagi kehadiran Eropa di pertemuan-pertemuan krisis Suria. Meski demikian, tampak jelas bagi orang yang memonitor masalah itu bahwa pembahasan-pembahasan serius adalah terjadi antara amerika dan sekutu-sekutu dan para pengikutnya “Rusia, Saudi, Turki dan Iran.”
Pada 30 Oktober 2015, diselenggarakan pertemuan yang diperluas melibatkan tujuh belas negara, yang diikuti Eropa dan beberapa negara lainnya… disamping representasi PBB, Uni Eropa dan Liga Arab… Akan tetapi sudah diketahui bahwa yang mengendalikan secara riil dalam jalannya pertemuan adalah amerika kemudian sekutu dan para pengikut amerika!

Hal paling menonjol yang ada dari pertemuan itu adalah:
(Perundingan-perundingan baru tentang krisis Suria di Wina telah dimulai pada pagi hari ini dengan keikutsertaan sekitar dua puluh pihak … diantaranya Iran, dalam upaya mencapai penyelesaian politik yang mengakhiri krisis dan menjamin hengkangnya Asad melalui tahapan transisi… Di dalam pertemuan itu ikut serta delegasi dari amerika Serikat, Rusia, Saudi, Turki, Cina, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Lebanon, Iran, Yordania, Qatar, Mesir, Oman, Irak, dan Emirat, disamping PBB dan Uni Eropa. Pertemuan itu dinilai sebagai pembicaraan pertama tentang Suria yang di dalamnya diikuti oleh Iran disamping kekuatan global dan regional yang berusaha untuk menyelesaikan krisis Suria.) (Aljazeera.net, 30/10/2015) Pertemuan itu lebih dekat kepada pertemuan pemuasan khususnya kepada Eropa… Dan diumumkan bahwa dua minggu kemudian akan diselenggarakan pertemuan berikutnya.
Pada 14/11/2015 diselenggarakan pertemuan. Di dalam keterangannya dinyatakan: (statemen pertemuan itu mengatakan bahwa wakil 17 negara ditambah Uni Eropa, PBB dan Liga Arab dalam pertemuan Wina sepakat atas jadual waktu tertentu untuk pembentukan pemerintahan transisi di Suria dalam waktu enam bulan dan penyelenggaraan pemilu dalam waktu 18 bulan meski ada perbedaan mereka atas masa depan Bashar Asad. Pertemuan internasional Wina dimulia hari Sabtu dengan dihadiri oleh amerika Serikat dan Rusia sebagai upaya mengadakan penyelesaian politik untuk pertikaian di Suria dilatar belakangi oleh serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Paris dan perbedaan pendapat berkaitan dengan masa depan Bashar Asad. Hal itu seperti yang disampaikan oleh sumber diplomatik. Ini adalah pertemuan internasional kedua selama 15 hari. Pertemuan ini dilakukan hanya beberapa jam pasca serangan Paris yang menyebabkan setidaknya 128 orang tewas.) (Alarabiya.net, 14/11/2015 Wina-AFP)
(Menteri luar negeri Jerman juga mengatakan “meskipun masalah tersebut masih tetap saja tampak jauh dicapai, namun semua pihak sepakat seputar agenda. Dari sisinya, Kerry mengatakan dalam konferensi pers bersama di Wina dengan sejawatnya menteri luar negeri Rusia Sergey Lavrov dan utusan khusus PBB ke Suria Steffan de Mistura: lima anggota tetap dewan keamanan PBB sepakat atas dikeluarkannya resolusi untuk gencatan senjata di Suria dan penyelenggaraan pemilu dalam waktu 18 bulan.) (al-imarat al-yawm, 14/11/2015)
Begitulah, aksi-aski militer terus berlanjut dan perundingan juga terus berlanjut. Semua itu dengan irama amerika untuk meraih dua tujuan yang telah kami sebutkan sebelumnya:

Pertama, mendukung diktator Bashar sehingga tidak jatuh sebelum amerika menemukan alternatif antek berikutnya untuk menggantikan antek sebelumnya. Sehingga tidak akan terjadi kekosongan yang diisi dengan jalan yang tidak sesuai dengan kalkulasi-kalkulasi amerika…

Kedua, tekanan berturut-turut terhadap warga Suria agar mereka menerima alternatif yang dibuat oleh amerika berasal dari koalisi nasional, faksi-faksi yang disebut moderat dan sebagian pendukung rezim.
Jalan buntu amerika di Suria terjadi. amerika merekayasa pengganti-pengganti yang beragam, dengan jenis-jenis yang berbeda, seperti yang disebut Koalisi Nasioal dan lainnya diantara para pengikut dan alat-alat amerika. Akan tetapi semuanya tidak mendapat penerimaan di dalam negeri (Suriah)… Karena itu amerika meningkatkan eskalasi aktifitas militer, baik secara langsung maupun melalui Iran dan partainya Iran (Hizbullah) dan terakhir melalui Rusia. Semua itu merupakan upaya untuk menekan warga Suria agar menerima boneka-boneka amerika sebagai pengganti berikutnya untuk Bashar sang agen lama.

Ketiga: penyelesaian yang bisa diprediksi di Suria:

Penelaahan pada fakta yang berlangsung di Suria dan kaitan-kaitan internasional, regional dan lokalnya, memberikan point-point yang bisa diprediksi sebagai berikut:
Rezim Suria adalah antek amerika pada masa Bashar dan sebelumnya pada masa bapaknya. Perkara ini tidak perlu penjelasan lebih banyak lagi…
Kaum kafir imperialis menempatkan anteknya di tempat terpencil jika perannya telah habis dan menjadi tidak mampu lagi merealisasi kepentingan-kepentingan amerika…

Akan tetapi, mereka pada waktu yang sama konsern mendapatkan antek baru untuk menggantikan antek lama…
Di situ terjadi jalan buntu bagi amerika. Pengganti-pengganti dan koalisi nasional yang direkayasa amerika seperti tangan tukang sihir yang tidak berhasil…
amerika gagal dalam mengadakan antek untuk menggantikan anteknya sekarang, maka amerika khawatir Bashar akan binasa sebelum amerika menemukan pengganti yang mengisi kekosongan itu…

Point-point catatan yang menjelaskan bahwa penyelesaian yang bisa diprediksi adalah satu dari tiga kemungkinan:

amerika terus mengundur-ngundur perundingan … Jenewa 1, 2, 3 … Wina 1, 2, 3 … dan lainnya … dan memperpanjang jangka waktu untuk berunding setelah satu atau dua bulan … dan pemerintahan transisi untuk satu atau dua tahun … Begitulah terus dilakukan menunggu adanya pengganti yang bisa diterima oleh masyarakat yang dia mampu merealisasi kepentingan-kepentingan amerika. Pada saat yang sama, dukungan kepada Bashar terus berlanjut hingga dia tidak hancur sebelum waktunya. Hal itu dengan berbagai sarana dukungan jahat dari amerika dan dari antek-anteknya dan dari Iran dan milisinya, dan dari Rusia dan komplotannya ….

Menggunakan kekuatan internasional dan Non-internasional, amerika memaksakan bonekanya dari kalangan Koalisi Nasional dan faksi-faksi moderat dan mereka mengumumkan sekulerisme memerangi Allah SWT dan Rasul-Nya saw, terhadap pemerintahan.

Yang memegang pemerintahan adalah warga Suria yang jujur, warga Syam pusat dar al-Islam. Mereka menendang kaum kafir imperialis dan bonekanya serta sekulerismenya. Mereka mendirikan pemerintahan Islam, al-Khilafah ar-Rasyidah sehingga membuat mulia Islam dan pemeluknya dan menghinadinakan kekufuran dan penganutnya. Mereka menjadi seperti yang difirmankan oleh Allah SWT yang Maha Bijaksana:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (TQS al-Isra’ [17]: 81)

Dan sesungguhnya warga Syam dan semua saudara (ikhwah) mereka di dalam Islam dengan daya dan kekuatan dari Allah akan menghalangi semua pemerintahan di bumi Syam kecuali pemerintahan Islam, dan menghalangi semua panji kecuali panji al-‘Uqab, panji Rasulullah saw, panji Lâ ilâh illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh, dan dengan begitu mereka membersihkan bumi Syam dari kotoran para antek dan para penjajah.

Keempat: pengaruh serangan Paris dan kebersamaan waktunya dengan konferensi Wina:

Adapun tentang bersamaan waktunya Konferensi Wina dan pemboman Paris, dimana Konferensi terjadi beberapa jam setelah pemboman, maka jauh kemungkinan kebersamaan waktu itu dimaksudkan atau memiliki pengaruh efektif dalam Konferensi Wina kecuali pada kadar amerika mengeksploitasi serangan Paris untuk membuat Perancis berhenti dari tuntutannya memerangi rezim Bashar. Sebaliknya Perancis akan sibuk memerangi apa yang disebut terorisme jauh dari Bashar, sehingga posisi Bashar terus berlanjut sampai amerika menemukan pengganti untuknya. Perancis sebelumnya menentang amerika dalam membatasi serangan udara atas apa yang disebut sebagai terorisme dan tidak menyasar rezim. Sekarang, Perancis jadi fokus pada yang disebut teroris dan bukan fokus pada rezim… Semua ini membuat amerika menjalarkan filamen konspirasinya di Suria untuk mengadakan penyelesaian sekuler yang disembunyikan di kantongnya dan bukan al-Khilafah yang diserukan oleh warga Syam… amerika melakukan itu dan amerika kelihatan tenang terhadap kelangsungan Bashar hingga amerika menemukan pengganti dan senggang dari konspirasi-konspirasinya. Hal itu setelah Bashar didukung oleh Iran dan partainya kemudian komplotan dan para pengikut amerika dan terakhir dengan dukungan Rusia dan amerika bisa menjauhkan bahaya Perancis dari rezim.
Ini dari satu sisi. Dari sisi yang lain, Obama memanfaatkan serangan Paris dalam memperbaiki potret pemerintahannya yang terpilih secara demokratis. Dapat diperhatikan pernyataan-pernyataan Obama dalam berdiri bersama Perancis dalam langkah-langkah Perancis melawan tanzhim dan terorisme, dimana pernyataan-pernyataan Obama meningkat eskalasinya! Seolah-olah Obama ingin dalam suasana kampanye pemilu presiden amerika, Obama ingin agar ia tampak bertekad memerangi terorisme, dan bukan seperti yang dituduhkan oleh lawannya dari Republik bahwa pemerintahan Obama yang demokratis tidak berdiri menghadang terorisme dengan kuat. Ini berpengaruh menguatkan dukungan opini publik pemilu untuk orang-orang Demokrat. Pada konteks ini, pernyataan-pernyataan menteri luar negeri amerika John Kerry pada Jumat 13/11/2015 di Tunisia dan pada hari yang sama dengan hari terjadinya serangan Paris, John Kerry mengatakan: “Hari-hari ISIS terbatas”. Hal itu ia ucapkan dalam komentarnya terhadap disasarnya orang yang disebut jihadi John… seperti bahwa pembicaraan amerika tentang kekuatan yang tunduk kepada pelatihan mereka dan bahwa kekuatan itu meraih berbagai kemenangan di dalam negeri Suria menentang rezim ISIS, semuanya konteksnya sama.

Ada satu perkara yang tidak terelakkan untuk diperhatikan yaitu bahwa Barat mengeksploitasi serangan Paris dalam “memobilisasi pasukan” menentang Islam dengan klaim bahwa Islam di belakang pembunuhan warga sipil. Padahal merupakan fakta yang sudah tak terbantahkan bahwa menjadikan warga sipil sebagai sasaran dan bukannya kombatan dinilai sebagai perbuatan tidak syar’iy menurut pandangan Islam. Islam sepanjang sejarah dan sejak masa Rasululalh saw, menyengaja melindungi warga sipil yang bukan kombatan dari bencana perang, bahkan Islam memerintahkan menyelamatkan orang-orang lemah dan mereka adalah warga sipil yang tidak memiliki alat-alat perang untuk mempertahankan diri mereka sendiri… Dan bahkan dalam perang menghadapi musuh, Rasulullah saw berwasiat kepada pasukan Islami dengan hal itu:

«وَلا تَقْتُلُوا امْرَأَةً، وَلا وَلِيدًا، وَلا شَيْخًا كَبِيرًا»

“dan jangan kalian membunuh wanita, anak-anak dan orang lanjut usia.”

Para Khulafa’u ar-Rasyidin juga berpesan demikian. Abu Bakar ra berpesan kepada komandan pasukan:

(وَإِنَّكُمْ سَتَجِدُونَ أَقْوَامًا قَدْ حَبَسُوا أَنْفُسَهُمْ فِي هَذِهِ الصَّوَامِعِ فَاتْرُكُوهُمْ وَمَا حَبَسُوا لَهُ أَنْفُسَهُمْ… وَلَا تَقْتُلُوا كَبِيرًا هَرِمًا، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا وَلِيدًا، وَلَا تُخْرِبُوا عُمْرَانًا…)

“dan sungguh kamu akan mendapati kaum-kaum yang mana mereka menahan diri mereka sendiri di biara-biara maka biarkan mereka dan apa yang di tahan oleh diri mereka sendiri… dan jangan kalian membunuh orang lanjut usia, wanita dan anak-anak, dan jangan kalian menghancurkan bangunan…”

Umar bin al-Khathab ra juga berpesan kepada komandan pasukannya:

(لَا تَغُلُّوا، وَلَا تَغْدِرُوا، وَلَا تُمَثِّلُوا، وَلَا تَقْتُلُوا امْرَأَةً، وَلَا صَبِيًّا، وَلَا شَيْخًا…)

“Jangan kalian melampaui batas, jangan berkhianat, jangan memutilasi, jangan membunuh wanita, anak-anak dan oran lanjut usia…”

Begitulah kaum muslim hingga dalam perang mereka. Pasukan kaum muslim yang sedang memerangi musuhnya, jika pedang jatuh dari musuhnya, tidak dia bunuh, akan tetapi ditunggu hingga musuhnya mengambil pedangnya kemudian memeranginya dengan mulia berhadap-hadapan… Meski bahwa fakta-fakta ini tak terbantahkan di dalam Islam dan Barat juga memahami itu dari sejarah kaum muslim dan futuhat mereka, namun mereka mengeksploitasi insiden-insiden itu untuk memobilisasi kedengkian terhadap Islam dan kaum muslim, dan itu adalah kedengkian buta. Dan jika mereka melakukan kejahatan, dan betapa banyaknya kejahatan mereka, mereka tidak menghentikannya dan bahkan menjustifikasinya. Sebaliknya, jika seorang muslim melakukan kejahatan, mereka timpakan pada generasi Islam di tengah mereka bahkan mereka menyerang Islam itu sendiri seperti yang terjadi kemarin dan hari ini… Sungguh itu adalah kedengkian buta dan tidak bisa dipadamkan kecuali setelah berdirinya al-Khilafah. Al-Khilafah akan menuntut keadilan untuk setiap orang yang dizalimi oleh setiap diktator. Sehingga, cahaya al-Khilafah akan bersinar dan kebaikannya akan menyebar luas, bukan hanya meliputi negeri kaum muslim saja, akan tetapi akan meliputi semua orang yang berakal dan hidup di dunia ini…

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (TQS Yusuf [12]: 21)

6 Shafar 1437 H
18 November 2015 M

http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_53297

Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia:
Crown Palace A25
Jl Prof. Soepomo No. 231
Jakarta Selatan 12390
Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372
Email: info@hizbut-tahrir.or.id

Jawaban Pertanyaan Seputar: Masuknya Pengantin Pria ke Tempat Resepsi wanita

Jawaban Pertanyaan Seputar: Masuknya Pengantin Pria ke Tempat Resepsi wanita

Kepada Sameh Raihan Abu Maysarah, al-Khilafah Wa’dullah dan Sofyan Qasrawi

Pertanyaan:

Pertanyaan Sameh Raihan Abu Maysarah:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Apakah ada keharaman pada gambaran ini: pengantin pria memberi tahu para wanita bahwa dia akan masuk ke pelaminan sehingga semua wanita duduk di tempat duduk mereka dan bersikap santun dan tidak tersisa di sekitar pengantin wanita kecuali mahram pengantin pria dari para wanita lalu mereka memberi ucapan selamat kepada pengantin pria, karena para wanita asing telah bersikap santun dan duduk di tempat duduk mereka dan tidak terjadi campur baur diantara mereka dengan pengantin pria ketika pengantin pria masuk ke tempat pesta? Semoga Allah memberi berkah kepada Anda.

Pertanyaan al-Khilafah Wa’dullah:

Apakah boleh pengantin pria duduk di samping pengantin wanita untuk memakaikan perhiasan kepada pengantin wanita, perlu diketahui bahwa semua wanita menutup aurat dan sebagain besar dari mereka adalah mahram, kemudian setelah memakaikan perhiasan, pengantin pria keluar lagi?

Pertanyaan Sofyan Qasrawi:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatulla wa barakatuhu. Syaikhuna yang dimuliakan, saya punya pertanyaan, yaitu seandainya telah ditetapkan waktu pesta untuk para mahram dan waktu lain untuk selain mahram, apakah boleh pengantin pria masuk ke tempat pesta ketika waktu mahram saja?

Jawab:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuhu.

Tiga pertanyaan Anda pada topik yang sama. Karena itu, kami jawab bersamaan, dengan ijin Allah:

Kami telah menjawab pada 6 Jumaduts Tsaniyah 1424 H/8 Agustus 2003 M atas topik ikhtilath di pesta pernikahan dalam bentuk jawaban yang rinci. Di dalamnya dinyatakan diantaranya sebagai berikut:
– Ikhtilath (campur baur) pria dan wanita dalah haram. Dalil-dalilnya terperinci. Kehidupan kaum muslim pada masa Rasulullah saw dan para sahabat sesudah beliau, mengatakan hal itu. Ikhtilath tidak boleh kecuali karena keperluan yang disetujui oleh syara’ yang dalam hal itu dinyatakan nas di kitabullah atau sunnah rasul-Nya semisal jual beli, shilatur rahim … dan sebagainya.

Dan tidak dinyatakan nas tentang bolehnya ikhtilath pria dan wanita di pesta pernikahan. Akan tetapi, yang dinyatakan pada masa Rasulullah saw dan para sahabat beliau bahwa para wanita bersama pengantin wanita dan para wanita, hanya mereka saja. Sedangkan para pria bersama para pria. Dengan begitu, ikhtilath di pesta pernikahan adalah haram dan tidak dikecualikan. Yang dinyatakan dalam hal pesta pernikahan adalah zafaf wanita ke rumah suaminya. Jadi pria dan wanita boleh membawa pengantin wanita ke rumah suaminya, kemudian para pria terpisah dari para wanita…

Atas dasar itu, adanya pria dan wanita di pesta pernikahan tanpa terpisah (tidak infishâl), yakni di satu ruang dan bukan di dua ruang, adalah haram. Dan jika aurat para wanita terbuka, seperti yang galibnya pada kondisi ini, maka keharamannya lebih lagi. Demikian juga, duduknya pengantin pria di samping pengantin wanita dikelilingi para wanita mahram dan non mahram, adalah haram, khususnya para wanita itu membuka aurat, dan itu galibnya para wanita di sekitar pengantin wanita pada hari ini…

Adapun ucapan bahwa musibah ini telah umum tersebar luas, maka itu tidak menjadikan yang haram menjadi halal. Itu adalah ucapan yang tertolak karena bertentangan dengan syara’. Sebaliknya ada hadits-hadits yang memuji orang-orang yang berpegang terhadap agama mereka seperti orang yang memegang bara api dikarenakan kerasnya musibah yang di dalamnya seorang muslim berpegang teguh dengan Islamnya.
Rasulullah saw bersabda:

«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ»….”

“Akan datang pada manusia satu zaman, orang yang sabar di tengah mereka di atas agamanya seperti orang yang memegang bara api…”

Atas dasar itu, duduknya pengantin pria bersama pengantin wanitanya di ruang yang di situ pria dan wanita bercampur baur (ikhtilath) adalah haram. Demikian juga duduknya pengantin pria di ruang wanita bersama pengantin wanitanya dan para wanita di sekitar keduanya, mahram dan non mahram, adalah haram. Jika ditambah lagi dengan terbukanya aurat para wanita di situ dan mereka bertabarruj maka itu adalah keharaman di atas keharaman…

Adapun jika di ruang itu hanya mahram pengantin pria saja maka boleh pengantin pria masuk ke ruang dan duduk bersama pengantin wanitanya dan bersama para wanita mahram pengantin pria dan pengantin pria memakaikan perhiasan kemudian dia keluar, dan setelah itu semua wanita baru masuk ke ruangan itu.

Ringkasnya:

1. Tidak boleh terjadi ikhtilath (campur baur) pria dan wanita di ruang pesta pernikahan baik apakah aurat terbuka ataupun tidak. Jika aurat para wanita terbuka maka keharamannya lebih keras lagi.

2. Tidak boleh pengantin pria masuk ke ruang wanita untuk duduk bersama pengantin wanitanya selama para wanita asing darinya (bukan mahram pengantin pria) ada di ruang tersebut hingga seandainya meskipun pengantin pria memberitahu para waita sebelum ia masuk agar para wanita menutup diri mereka dan tidak mendekat pelaminan, akan tetapi yang mendekat hanya mahram pengantin pria… Selama semua wanita asing di ruang tersebut di tempat-tempat duduk mereka dan menyaksikan pengantin pria itu, yakni para wanita itu ada di ruang tersebut, maka tidak boleh.

3. Boleh pengantin pria masuk dan duduk bersama pengantin wanita di ruang pesta jika dikhususkan waktu untuk mahram pengantin pria saja, di mana di ruang tersebut para saat pengantin pria masuk dan selama dia duduk bersama pengantin wanita, di situ tidak ada selain mahram pengantin pria, kemudian setelah itu dia keluar dan para wanita masuk ke ruang tersebut setelah pengantin pria keluar.

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

7 Muharram 1437 H
20 Oktober 2015 M

https://www.facebook.com/Ata.abualrashtah/photos/a.154439224724163.1073741827.154433208058098/504624179705664/?type=3

Sabtu, 21 November 2015

UN Back Call To Combat IS Threat 'By All Means'

UN Back Call To Combat IS Threat 'By All Means'

23:25, UK, Friday 20 November 2015

The UN has unanimously backed a French call to redouble action against Islamic State in the wake of the Paris terror attacks.

The world powers also agreed to coordinate efforts aimed at preventing further atrocities by the terror group.

The resolution adopted by the UN Security Council said IS "constitutes a global and unprecedented threat to international peace and security".

And it expressed the council's determination "to combat by all means this unprecedented threat".

The vote comes a week after militants launched coordinated gun and bomb attacks in the French capital, killing 130 people.

Following the vote, Prime Minister David Cameron said: "This is an important moment. Today, the world has united against ISIL.

"The international community has come together and has resolved to defeat this evil, which threatens people of every country and every religion.

"The United Nations Security Council has unanimously backed action against this evil death cult in both Syria and Iraq.

"I will continue to make the case for us to do more and to build support in Parliament for the action that I believe is necessary for Britain to take to protect our own security, as part of a determined international strategy.

"We cannot expect others to shoulder the burdens and the risks of protecting this country."

The UN resolution did not invoke the chapter of the UN charter authorising the use of force.

But the PM, who insists there is a legal case for military action even without it, will hope it will bolster support at Westminster for his efforts to extend airstrikes against IS into Syria.

The Labour leader is strongly opposed to such a move and is to give a speech in which he will blame the Iraq and Afghanistan wars for terror attacks on Britain.

Seven days after the massacre in France, Parisians took to the city's streets in a united show of defiance.

Crowds gathered at the scenes of the attacks and landmarks to hold vigils and mark the exact moment a week on when the terrorists launched their deadly rampage.

Meanwhile, the Belgian authorities have brought terror charges against a third suspect over the attacks, with two others in custody.

Kamis, 19 November 2015

Prancis Sukses dengan Darah Rakyatnya Sendiri

Prancis Sukses dengan Darah Rakyatnya Sendiri

November 19th, 2015 by farid

Prancis Sukses Dengan Darah Rakyatnya: Antara Agenda Dalam Negeri Dan Luar Negeri!

Pemerintah Prancis dengan cepat mengeksploitasi darah korban pemboman Paris, sebelum darah kering dan hilang pengaruhnya. Dalam hal ini Prancis bergerak di atas dua agenda, dalam negeri dan luar negeri. Terkait agenda dalam negeri, Prancis tidak mencari pelaku kejahatan yang sesungguhnya, namun Prancis mencari untuk mengambil keuntungan dari insiden itu sebanyak mungkin yang ia bisa untuk meloloskan paket prosedur dan undang-undang, dimana selama ini ia tidak mampu meloloskannya atau menawarkannya kepada publik.

Hollande mengatakan dalam sambutannya kepada parlemen Prancis setelah serangan: “RUU akan diajukan pada hari Rabu ke parlemen untuk memperpanjang keadaan darurat.” Ia menyerukan anggota parlemen untuk “memutuskannya pada akhir pekan”. Ia juga menyerukan agar melakukan pengkajian ulang terhadap konstitusi Prancis, sehingga memungkinkan dibuatnya keputusan undang-undang yang memungkinkan untuk memperluas kekuasaan aparat keamanan dan kekuasaan kehakiman untuk menyelidiki, termasuk memungkinkan mereka untuk melaksanakan berbagai razia, dan penangkapan dengan perintah administratif.

Presiden Prancis juga menyampaikan kepada Parlemen proposal untuk pembuatan undang-undang yang memungkinkan untuk “pencabutan kewarganegaraan” bagi mereka yang terlibat dalam kejahatan terorisme, dalam kasus jika mereka memiliki kewarganegaraan lain, bahkan sekalipun mereka lahir di Prancis, juga tidak mengizinkan kembalinya warga dengan kewarganegaraan ganda, dan “mengusir” orang asing jika menimbulkan ancaman keamanan.

Hollande mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk membatalkan rencana yang telah dijadwalkan untuk mengurangi jumlah personel militer Prancis, selain “mengaktifkan” tentara cadangan, serta mengumumkan penguatan aparat keamanan sekitar 2.000 tugas baru setahun, selama lima tahun. Sebelum mengakhiri sambutannya, Hollande menegaskan bahwa “Republik Prancis akan menghancurkan terorisme”.
Sedang terkait agenda luar negeri, Hollande berkomentar tentang serangan yang dilakukan oleh koalisi internasional yang dipimpin oleh amerika Serikat melawan organisasi negara (ISIS), dimana ia mengatakan: “Masalah ini tidak harus tergantung pada pemblokiran organisasi negara (ISIS), namun harus menghancurkannya sama sekali.”

Laporan tersebut merupakan isyarat yang jelas terkait penolakan Prancis terhadap strategi amerika, ini artinya bahwa kita tengah melihat lebih banyak lagi pelecehan Eropa terhadap amerika di wilayah tersebut.

Hollande telah mengindikasikan bahwa ia mengeluarkan perintah pada hari Ahad kepada Angkatan Udara Prancis agar membombandir tempat-tempat organisasi negeri (ISIS) di kota “al-Riqah” di Suriah. Hollande menekankan bahwa serangan ini akan terus berlangsung dalam beberapa minggu mendatang. Dikatakan bahwa pembawa pesawat “Charles de Gaulle” akan tiba di wilayah Timur Mediterania Kamis depan.
Presiden Prancis mengungkapkan bahwa negaranya telah meminta Dewan Keamanan untuk mengadakan pertemuan darurat guna membahas penguatan upaya kontra-terorisme. Ia mengatakan: “Kami akan memerangi terorisme di mana saja.” Dan ia menggambarkan Suriah “telah menjadi pabrik penangkaran teroris terbesar di dunia.” (kantor berita HT, 18/11/2015).

Selasa, 17 November 2015

PM Perancis Ancam Tutup Semua Masjid Yang Tidak Terima Prinsip Sekularisme

PM Perancis Ancam Tutup Semua Masjid Yang Tidak Terima Prinsip Sekularisme

zahid – Selasa, 5 Safar 1437 H / 17 November 2015 12:30 WIB

Eramuslim – Senin 16 November 2015, Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, menegaskan bahwa pemerintahannya akan menutup setiap masjid yang tidak mau menghormati prinsip sekularisme di Republik Perancis.

Peringatan ini disampaikan Valls dalam wawancaranya dengan saluran radio lokal “RTL”, pasca 3 hari serangan di sejumlah tempat hiburan di ibukota Paris yang menewaskan sedikitnya 129 orang lebih pada Jum’at (13/11).

“Kami akan bertindak tegas dan mengusir setiap para imam dan khatib asing yang menyuarakan nilai-nilai bertentangan dengan prinsip sekularisme di Perancis,” ujar PM Manuel Valls.

PM Manuel Valls melanjutkan, “Tidak akan ada kata damai bagi kelompok teroris yang dapat mengancam negara ini dan negara-negara lainnya kapan saja. Baik dalam beberapa hari ataupun pekan kedepan.”

“Ini saatnya menunjukan persatuan nasional yang lebih dari sebelumnya,” seru PM Manuel Valls kepada rakyatPerancis.

Sementara itu PM Manuel Valls menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah bernegosiasi dengan kelompok teroris manapun, dan berjanji akan menyerang mereka disetiap waktu dan tempat.
(Almasryalyoum/Ram)

Teror di Paris, Dirasakan Rakyat Suriah Setiap Hari

Teror di Paris, Dirasakan Rakyat Suriah Setiap Hari

Selasa, 17 Nov 2015 - 12:08 WIB 32

batampos.co.id –  Kepala sayap politik gerakan Islam Ahrar Syam, Muhammad Al-Shami, mengatakan bahwa teror bom, penembakan, dan penyanderaan, yang menewaskan warga sipil di Paris adalah sama dengan yang membunuh rakyat Suriah setiap hari dan memiliki sumber yang sama: rezim Asad dan produknya – yaitu kelompok ISIS. Demikian   dilansir  ElDorar AlShamia, Minggu (15/11).

Pernyataan itu diterbitkan di akun resminya di Twitter. Ia mengatakan bahwa Paris tidak akan menjadi korban terakhir bagi Bashar Asad yang telah mengancam masyarakat internasional untuk mengekspor terorisme itu, menunjuk kepada keterlibatan Asad bersama dengan layanan keamanan Iran dan Irak membentuk organisasi ISIS, yang digunakan sekarang dalam rangka untuk mempromosikan dirinya sebagai pejuang terorisme.

Al-Shami mengatakan, “mengalahkan Daesh (ISIS) tidak akan tercapai oleh cara-cara militer dan keamanan, Daesh adalah sebuah proyek intelektual dan sosial dan tidak akan dikalahkan kecuali hanya oleh sebuah proyek alternatif yang dipimpin oleh mayoritas di Suriah. Kebijakan internasional yang gagal dalam perang melawan Daesh memberikan lahan subur kepada Daesh untuk menyebarkan ideologinya dan merekrut lebih banyak penjahat di dalam dan di luar Suriah.”

Banyak faksi revolusioner Suriah yang dipimpin oleh Jaisyul Islam, Ajnad Syam dan Jabhat As-Syamiyyah mengeluarkan pernyataan bersama di mana mereka mengutuk serangan Paris. (eramuslim)

Senin, 16 November 2015

Jokowi Kecam Serangan Bom Paris, Bagaimana Dengan Suriah dan Palestina?

Jokowi Kecam Serangan Bom Paris, Bagaimana Dengan Suriah dan Palestina?

16 Nov 2015

Presiden Jokowi terhadap bom Prancis tetapi seakan tidak menganggap ada masalah di Suriah dan Palestina dipersoalkan berbagai pihak tak terkecuali Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Tetapi memang patut dipertanyakan kalau dengan Prancis Jokowi langsung menyatakan bela sungkawa dan mengutuk pelakunya, mengapa untuk Suriah dan negeri muslim lainnya yang nyata-nyata diperangi amerika, Prancis, Rusia dan sekutunya, demikian pula tindakan brutal penjajah Yahudi di Palestina, Jokowi diam saja?” ungkap Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib kepada mediaumat.com, Senin (16/11) melalui telepon selular.

Kalau di Prancis itu kan hanya sekali-kali, kalau di Suriah itu setiap hari. Pesawat Rusia juga terus-terusan membombardir, targetnya ngawur, yang kena ya warga sipil tak berdosa. “Tidak sedikit anak-anak dan perempuan tak berdosa menjadi korbannya, bahkan bukan hanya ratusan tetapi ratusan ribu kaum Muslimin dibantai Amerika dan sekutunya,” beber Rokhmat.

Jangan jauh-jauh dengan yang di Suriah, dengan nasib umat Islam yang dibantai di Myanmar saja Jokowi diam. “Maka apa yang dilakukan Jokowi itu patut dipertanyakan solidaritas dia terhadap sesama Muslim. Mengapa kepada orang-orang kafir begitu pedulinya tetapi kepada sesama Muslim tak nampak rasa kepeduliaannya?” ungkap Rokhmat.

Padahal, “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim,” tegasnya mengutip hadits riwayat an-Nasâ`i dan at-Tirmidzi.
Rokhmat pun memprediksikan, ini sebagai sinyal untuk menggairahkan kembali perang melawan terorisme versi Amerika. Karena Jokowi —sebagaimana pendahulunya— selalu latah mengikuti apa maunya Amerika. “Lagi-lagi Islam yang dituduh, umat Islam yang jadi korban,” pungkasnya.[]  Joko Prasetyo

Kamis, 12 November 2015

Hukum Memilih Pemimpin Kafir

Terdapat banyak dalil yang melarang memilih orang kafir sebagai pemimpin. Diantaranya,

Firman Allah,

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

“Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum mukminin.” (QS. an-Nisa: 141).

Al-Qadhi Ibnul Arabi mengatakan,

إنَّ الله سبحانه لا يَجعل للكافرين على المؤمنين سبيلاً بالشَّرع، فإن وجد فبِخلاف الشرع

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan orang kafir untuk menguasai kaum mukminin secara aturan syariat. Jika itu terjadi, berarti menyimpang dari aturan syariat. (Ahkam al-Quran, 1/641)

Allah juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kalian.” (QS. an-Nisa: 59)

Kalimat ‘min-kum’ yang artinya diantara kalian, maknanya adalah diantara kaum muslimin. Sehingga, mereka tidak boleh memilih pemimpin non-muslim.

Ketika menafsirkan surat Ali Imran ayat 118, Al-Qurthubi mengatakan,

نَهى الله المؤمنين بِهذه الآية أن يَتَّخِذوا من الكُفَّار واليهود وأهل الأهواء دُخلاءَ ووُلَجاء يُفاوضونهم في الآراء، ويُسندون إليهم أمورَهم

Allah melarang kaum mukminin, berdasarkan ayat ini untuk memilih orang kafir, orang yahudi, dan pengikut aliran sesat untuk dijadikan sebagai orang dekat, orang kepercayaan. Menyerahkan segala saran dan pemikiran kepada mereka dan menyerahkan urusan kepada mereka. (Tafsir al-Qurthubi, 4/179).

Ulama Sepakat, Memilih Pemimpin Kafir, Dilarang

Ulama sepakat, memilih pemimpin kafir hukumnya terlarang.

Al-Qadhi Iyadh mengatakan,

أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل

Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada oranng kafir. Termasuk ketika ada pemimpin muslim yang melakukan kekufuran, maka dia harus dilengserkan. (Syarah Sahih Muslim, an-Nawawi, 6/315).

Ibnul Mundzir mengatakan,

إنَّه قد “أجمع كلُّ مَن يُحفَظ عنه مِن أهل العلم أنَّ الكافر لا ولايةَ له على المسلم بِحال

Para ulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang kafir tidak ada peluang untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin apapun keadaannya. (Ahkam Ahlu Dzimmah, 2/787)

Al-Hafidz Ibnu Hajar bahkan memberikan keterangan lebih sangar,

إنَّ الإمام “ينعزل بالكفر إجماعًا، فيَجِب على كلِّ مسلمٍ القيامُ في ذلك، فمَن قوي على ذلك فله الثَّواب، ومَن داهن فعليه الإثم، ومن عَجز وجبَتْ عليه الهجرةُ من تلك الأرض

Sesungguhnya pemimpin dilengserkan karena kekufuran yang meraka lakukan, dengan sepakat ulama. wajib kaum muslimin untuk melengserkannya. Siapa yang mampu melakukan itu, maka dia mendapat pahala. Dan siapa yang basa-basi dengan mereka, maka dia mendapat dosa. Dan siapa yang tidak mampu, wajib baginya untuk hijrah dari daerah itu. (Fathul Bari, 13/123)

Fatwa-fatwa yang disampaikan para ulama di atas, berdasarkan hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu,

بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

“Kami berbaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu mendengar dan taat kepada pemimpin, baik dalam suka maupun benci, sulitan maupun mudah, dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian melihat kekufuran secara nyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.” (Muttafaq ‘alaih)

----
catatan

dikutip dari sebagian artikel pada:
KonsultasiSyariah.com

Menyingkap Peran dan Kepahlawanan Umat Islam Dalam Sejarah

Menyingkap Peran dan Kepahlawanan Umat Islam Dalam Sejarah http://www.hizbut-tahrir.or.id/2015/11/12/menyingkap-peran-dan-kepahlawanan-umat-islam-dalam-sejarah/

PERBANDINGAN IDEOLOGI

<p>
<strong></strong><br /><br /><a href=''><img src='http://thumbnails.visually.netdna-cdn.com/perbandingan-3-ideologi-islam-kapitalisme-dan-sosialisme_52e8f35ed5ac1_w1500.jpg' alt="Perbandingan 3 Ideologi: Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme" Title='Perbandingan 3 Ideologi Besar di Dunia: Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme' width='540px' border='0' /></a></p>
<br>Source: <a href="http://1shaf.com/">1Shaf.com</a>. Credits to the <a href="http://www.danisiregar.com/">@DaniSiregar</a>.
<p>
<strong></strong><br /><br /><a href=''><img src='http://thumbnails.visually.netdna-cdn.com/perbandingan-3-ideologi-islam-kapitalisme-dan-sosialisme_52e8f35ed5ac1_w1500.jpg' alt="Perbandingan 3 Ideologi: Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme" Title='Perbandingan 3 Ideologi Besar di Dunia: Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme' width='540px' border='0' /></a></p>
<br>Source: <a href="http://1shaf.com/">1Shaf.com</a>. Credits to the <a href="http://www.danisiregar.com/">@DaniSiregar</a>.