Sabtu, 12 Desember 2015

The Secular Liberal West, not Islam, is in Need of Change

The Secular Liberal West, not Islam, is in Need of Change

written by Media Office of Hizb ut Tahrir in Australia

Former Prime Minister Tony Abbott yesterday, 08/12/2015, added his voice to an ever-growing raft of former and current Federal Government ministers calling for Islam to be “reformed”. Speaking to Paul Murray on Sky News and in an opinion piece published in the Daily Telegraph, he called for a “religious revolution inside Islam”, claiming also the superiority of western culture: “a culture that believes in decency and tolerance is much to be preferred to one which thinks that you can kill in the name of God.”

Such calls do not come as a surprise in the least. What we are now seeing from government ministers is merely the more blunt articulation of what has been government policy for years. Indeed, Tony Abbot himself made very similar comments as the Federal Health Minister in the Howard Government way back in 2006.

The aim of reforming Islam is to maintain and further western economic and political subjugation of the Muslim world by doing away with those aspects of Islam that make it a liberating force from oppression. Locally, the aim is to force assimilation by westernising and secularising Islam to make it more submissive to modern secular, liberal ideological and political norms.

Uthman Badar, media representative of Hizb ut Tahrir Australia, said,

“The political agenda, of Tony Abbott and Malcolm Turnbull alike, should be clear to all: forced assimilation of Muslims justified on exaggerated fears of a security threat.

What decency and tolerance does Mr. Abbott speak of? The decency by which millions in the Muslim World are made to live perpetually miserable lives under despots propped up by western states? Or the tolerance of giving them the options to be killed by drones, fighter jets or machine guns?

If violent reactions by unrepresentative Muslim individuals point to a problem in Islam, then the mass violence inflicted by elected western governments on entire nations since the self-declared Enlightenment till this day must point to a thousand problems in western secular liberal ideology.

Islam is not up for negotiation or reform and is not in need of such. On the contrary, it is the secular liberal west, which has led humanity for the last three centuries and brought it to the deplorable state it is now in, that needs revolutionary change.”

Media Office of Hizb ut Tahrir in Australia

Wednesday, 27th Safar 1437 AH
09/12/2015 CE
No.: 10/15

Minggu, 06 Desember 2015

Dari aspek penghasilan, Freeport memang menjanjikan sehingga diburu oleh para Mafia. Apa yang terjadi antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan Setya Novanto meminta saham dari PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden

Masjid Miftahul Falah Jl.Ganet #Tanjungpinang Kepulauan Riau

Masjid Miftahul Falah
Jl.Ganet
#Tanjungpinang
Kepulauan Riau

Sabtu, 05 Desember 2015

Obituary of Abd Al-Hadi Faour Hassan Faour, member of the Ameer’s office

Obituary of Abd Al-Hadi Faour Hassan Faour, member of the Ameer’s office

written by Ata Bin Khalil Abu Rashtah

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Of the believers are men who are true to that which they covenanted with Allah. Some of them have paid their vow by death (in battle), and some of them still are waiting; and they have not altered in the least”
(Al-Ahzab: 23)

The Ameer of Hizb ut Tahrir, the members of the Ameer’s office, the Madhalim’s Council, the Central Office and Hizb ut Tahrir in general mourns.

They mourn to the Muslim Ummah the member of the Ameer’s office Abd Al-Hadi Faour Hassan Faour (Abu Mahmoud) who passed away at noon on the 22nd of Safar 1437 AH corresponding to 4th of December 2015 CE, at the age of 81.

Abu Mahmoud was an active member of Hizb ut Tahrir from its beginning, he accompanied both Sheikhs Abu Ibrahim and Abu Yousef, may Allah سبحانه وتعالى have mercy upon them. He also accompanied Hizb ut Tahrir’s present Ameer and he was their pillar and support, serious and diligent in his work for the resumption of the Islamic life through the establishment of the righteous Khilafah State. He would have loved to witness the rise of the Khilafah to gain from the goodness and reward of what Allah wills. But the Almighty passed him away to Him سبحانه وتعالى so he can attain a greater goodness and a bigger reward in Paradise inshallah:

فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

“Firmly established in the favour of a Mighty King”
(Al-Qamar: 55)

He was, may Allah have mercy upon him, sincere to Allah Almighty in his Imaan and true to the Messenger of Allah ﷺ in following in his ﷺ example. He was honorable, and we do not commend anyone over Allah, from the ones that:

صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Who are true to that which they covenanted with Allah. Some of them have paid their vow by death (in battle), and some of them still are waiting; and they have not altered in the least”
(Al-Ahzab: 23)

May Allah have mercy upon you Abu Mahmoud, your parting saddens us and we only say what Allah Almighty has commanded us to say:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Who say, when a misfortune strikes them: we surely belong to Allah and to Him we shall return”
(Al-Baqarah: 156)

so to Allah we belong and to Him we shall return.

Your brother ‘Ata Bin Khalil Abu Rashtah specifically and the Shabab of Hizb ut Tahrir in general

22nd of Safar 1437 AH
4th of December 2014 CE

Minggu, 29 November 2015

Muslimah HTI Gelar Aksi Anti-HIV/AIDS


Muslimah HTI Gelar Aksi Anti-HIV/AIDS

Ahad, 29 November 2015 | 16:48 WIB

Republika/Raisan Al Farish

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sejumlah muslimah yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung, menggelar aksi damai turun ke jalan dalam Kota Bandar Lampung, Ahad (29/11). Mereka mengusung kampanye anti-HIV/AIDS dengan syariat Islam dan khilafah.

Hujan dan jalanan yang basah, tak membuat aktivis muslimah HTI surut beraksi. Mereka berjalan sejauh tiga kilometer dari Masjid Taqwa hingga Bundara Tugu Adipura, pusat kota berjuluk Tapis Berseri.

Gizhel, dari Muslimah HTI Lampung, mengatakan aksi turun ke jalan untuk memunculkan opini publik terkait pendidikan kesehatan reproduksi (kespro). HTI menilai, kata dia, pendidikan Kespro selama ini tidak mampu dan tidak akan mampu mencegah berkembangnya HIV/AIDS.

"Untuk memenyelamatkan umat dari HIV/AIDS, diterapkannya syariat Islam dalam institusi khilafah Islamiyah," ujarnya.

Ia menegaskan aksi muslimah HTI itu bukan bermaksud merayakan hari AIDS pada 1 Desember mendatang. Menurut dia, momentum tersebut menjadi tepat bagi muslimah HTI untuk mempublikasikan bahwa pendidikan kespro sudah tidak relevan dalam mencehag berkembangnya HIV/AIDS di masyarakat.

Rep: Mursalin Yasland / Red: Muhammad Hafil

Jumat, 27 November 2015

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

November 27th, 2015 by farid

سم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki!

Pertanyaan:

Pertanyaan saya tentang dampak ditembak-jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki: apakah hal itu akan menyebabkan peningkatan eskalasi persenjataan udara di wilayah udara Suria? Dan apakah hal itu akan meluas ke wilayah udara Turki? Terima kasih.

Jawab:

Adapun tentang wilayah udara Suria:

1. Jika yang dimaksud peningkatan eskalasi adalah lalu-lalangnya pesawat tempur di udara Suria dan membom daratan termasuk manusia, pepohonan, dan bebatuan, maka itulah yang sebenarnya sedang terjadi. Pesawat-pesawat tempur itu bahkan tidak menyisakan tenaga untuk itu…

Tetapi jika yang dimaksudkan peningkatan eskalasi adalah pesawat-pesawat itu saling serang dan masuk dalam perang udara, maka itu kecil kemungkinannya, setidaknya sejauh yang bisa dipandang. Hal itu karena sebab-sebab yang telah kami sampaikan di dalam produk keluaran kami pada 11/10/2015 dan dalam Jawab Soal pada 18/11/2015 M.

2. Adapun meluasnya peningkatan eskalasi itu ke wilayah udara Turki, dan seolah yang Anda maksudkan adalah meletusnya perang udara antara Rusia dan Turki; dimana pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang pesawat-pesawat tempur Turki sebagai reaksi atas ditembakjatuhnya pesawat tempur Rusia… Jika ini yang dimaksud, maka kemungkinannya kecil; setidaknya sejauh yang bisa dilihat. Hal itu karena sebab-sebab berikut:

– Intervensi udara oleh Rusia di Suria terjadi melalui kesepakatan dengan amerika. Dan rezim politik Turki sekarang ini termasuk pengikut amerika. Karenanya, hal itu tidak memungkinkannya merusak kesepakatan yang diikat oleh amerika…

– Bukti-bukti atas kesepakatan itu sangat menyolok mata. Kami telah menjelaskannya dalam produk keluaran dan Jawab Soal yang telah disebutkan di atas… Dan Putin juga mengungkap hal itu. Putin mengatakan di Sochi pada Selasa 24 November 2015, menjelaskan insiden jatuhnya pesawat bahwa itu adalah “tikaman dari belakang”. (Radio Sawa, 24/11/2015) Ini berarti bahwa kesepakatan itu ada dan dilanggar…

– Yang lebih rajih bahwa ditembak-jatuhnya pesawat Rusia itu terjadi tanpa keputusan dari kepemimpinan politik Turki, akan tetapi keputusannya dari komando di militer yang memiliki tujuan-tujuan politis yang berbeda dengan Erdogan. Hal itu bercampur dengan ghirah (semangat) terhadap apa yang mereka saksikan berupa pemboman terhadap saudara-saudara mereka orang Turkmen di perbatasan mereka…

Ini yang tampak di belakang layar, bahkan juga tampak di depannya, yaitu dalam pernyataan perdana menteri Turki: “Perdana Menteri Turki, Ahmed Davut Oglu, dari pihaknya, ia menjelaskan bahwa keputusan angkatan bersenjata Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia terjadi karena dorongan melindungi perbatasan…” (Radio Sawa, 24/11/2015)

Berdasarkan yang lebih rajih, Rusia mamahami hal itu. Rusia paham bahwa pemerintah Turki tidak membatalkan kesepakatan. Ini bukan pertama kalinya pesawat Rusia melanggar perbatasan Turki dan pemerintah Turki tidak menghalanginya. Pemahaman Rusia bahwa penembakan pesawat itu bukan melalui keputusan politis dari pemerintah Turki melainkan keputusan dari sebagian komando militer Turki membuat adanya kemungkinan pengakomodasian perkara itu dan berikutnya jauh kemungkinannya terjadi perang antara Rusia dan Turki… Yang mungkin adalah perkara-perkara itu diselesaikan melalui sarana-sarana politik yang menjaga raut muka semua pihak, dalam bentuk hubungan-hubungan perdagangan atau diplomatik atau berbagai mediasi atau Rusia mengintensifkan serangan di daerah-daerah jatuhnya pesawat Rusia atau semacam itu sebagai reaksi yang dianggap pantas… amerika memiliki peran utama dalam hal itu, khususnya dalam masalah mendisiplinkan pasukan… amerika juga memiliki peran utama dalam mengadakan jalan keluar dalam masalah penafsiran tentang di mana dan bagaimana pesawat Rusia itu jatuh untuk menyenangkan kedua pihak. Pejabat amerika kemarin 25/11/2015 mengatakan bahwa “Washington yakin bahwa pesawat ditembak di wilayah udara Suria setelah dalam waktu singkat terbang di wilayah udara Turki. Hal itu sesuai penilaian bersandar kepada jejak termal pesawat.” (Deutsche Welle, 25/11/2015) Di sini amerika menyenangkan kedua pihak!

– Seperti yang kami sebutkan di jawaban “minimal sejauh yang bisa dilihat”, yakni sesuai data-data yang bisa dilihat. Jika tidak, maka tumpang tindihnya aksi-aksi militer dengan aktifitas-aktifitas politik membuat kemungkinan terjadinya fluktuasi dalam berbagai peristiwa dan akibat-akibatnya tidak bisa dijauhkan…

– Dan terakhir, sungguh hal yang manyakitkan adalah meskipun itu adalah negeri Islam namun hasil-hasil dan peristiwa-peristiwa di sana dikendalikan oleh kaum kafir imperialis dan antek-antek mereka! Meski demikian, hari-hari itu terus bergilir dan tidak akan panjang waktunya, dengan izin Allah, hingga cahaya al-Khilafah menyinari negeri Islam, bahkan menyebar ke segala penjuru bumi, dan musuh-musuh Islam akan lari tunggang langgang ke jantung negeri mereka… itu jika masih tersisa untuk mereka jantung negeri itu.

﴿وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ ﴾

“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.” (TQS Shad [38]: 88)

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

13 Shafar 1437 H
25 November 2015 M
https://www.facebook.com/Ata.abualrashtah/posts/514954815339267:0

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki

November 27th, 2015 by farid

سم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal

Dampak Penembakan Pesawat Tempur Rusia oleh Turki!

Pertanyaan:

Pertanyaan saya tentang dampak ditembak-jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki: apakah hal itu akan menyebabkan peningkatan eskalasi persenjataan udara di wilayah udara Suria? Dan apakah hal itu akan meluas ke wilayah udara Turki? Terima kasih.

Jawab:

Adapun tentang wilayah udara Suria:

1. Jika yang dimaksud peningkatan eskalasi adalah lalu-lalangnya pesawat tempur di udara Suria dan membom daratan termasuk manusia, pepohonan, dan bebatuan, maka itulah yang sebenarnya sedang terjadi. Pesawat-pesawat tempur itu bahkan tidak menyisakan tenaga untuk itu…

Tetapi jika yang dimaksudkan peningkatan eskalasi adalah pesawat-pesawat itu saling serang dan masuk dalam perang udara, maka itu kecil kemungkinannya, setidaknya sejauh yang bisa dipandang. Hal itu karena sebab-sebab yang telah kami sampaikan di dalam produk keluaran kami pada 11/10/2015 dan dalam Jawab Soal pada 18/11/2015 M.

2. Adapun meluasnya peningkatan eskalasi itu ke wilayah udara Turki, dan seolah yang Anda maksudkan adalah meletusnya perang udara antara Rusia dan Turki; dimana pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang pesawat-pesawat tempur Turki sebagai reaksi atas ditembakjatuhnya pesawat tempur Rusia… Jika ini yang dimaksud, maka kemungkinannya kecil; setidaknya sejauh yang bisa dilihat. Hal itu karena sebab-sebab berikut:

– Intervensi udara oleh Rusia di Suria terjadi melalui kesepakatan dengan amerika. Dan rezim politik Turki sekarang ini termasuk pengikut amerika. Karenanya, hal itu tidak memungkinkannya merusak kesepakatan yang diikat oleh amerika…

– Bukti-bukti atas kesepakatan itu sangat menyolok mata. Kami telah menjelaskannya dalam produk keluaran dan Jawab Soal yang telah disebutkan di atas… Dan Putin juga mengungkap hal itu. Putin mengatakan di Sochi pada Selasa 24 November 2015, menjelaskan insiden jatuhnya pesawat bahwa itu adalah “tikaman dari belakang”. (Radio Sawa, 24/11/2015) Ini berarti bahwa kesepakatan itu ada dan dilanggar…

– Yang lebih rajih bahwa ditembak-jatuhnya pesawat Rusia itu terjadi tanpa keputusan dari kepemimpinan politik Turki, akan tetapi keputusannya dari komando di militer yang memiliki tujuan-tujuan politis yang berbeda dengan Erdogan. Hal itu bercampur dengan ghirah (semangat) terhadap apa yang mereka saksikan berupa pemboman terhadap saudara-saudara mereka orang Turkmen di perbatasan mereka…

Ini yang tampak di belakang layar, bahkan juga tampak di depannya, yaitu dalam pernyataan perdana menteri Turki: “Perdana Menteri Turki, Ahmed Davut Oglu, dari pihaknya, ia menjelaskan bahwa keputusan angkatan bersenjata Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia terjadi karena dorongan melindungi perbatasan…” (Radio Sawa, 24/11/2015)

Berdasarkan yang lebih rajih, Rusia mamahami hal itu. Rusia paham bahwa pemerintah Turki tidak membatalkan kesepakatan. Ini bukan pertama kalinya pesawat Rusia melanggar perbatasan Turki dan pemerintah Turki tidak menghalanginya. Pemahaman Rusia bahwa penembakan pesawat itu bukan melalui keputusan politis dari pemerintah Turki melainkan keputusan dari sebagian komando militer Turki membuat adanya kemungkinan pengakomodasian perkara itu dan berikutnya jauh kemungkinannya terjadi perang antara Rusia dan Turki… Yang mungkin adalah perkara-perkara itu diselesaikan melalui sarana-sarana politik yang menjaga raut muka semua pihak, dalam bentuk hubungan-hubungan perdagangan atau diplomatik atau berbagai mediasi atau Rusia mengintensifkan serangan di daerah-daerah jatuhnya pesawat Rusia atau semacam itu sebagai reaksi yang dianggap pantas… amerika memiliki peran utama dalam hal itu, khususnya dalam masalah mendisiplinkan pasukan… amerika juga memiliki peran utama dalam mengadakan jalan keluar dalam masalah penafsiran tentang di mana dan bagaimana pesawat Rusia itu jatuh untuk menyenangkan kedua pihak. Pejabat amerika kemarin 25/11/2015 mengatakan bahwa “Washington yakin bahwa pesawat ditembak di wilayah udara Suria setelah dalam waktu singkat terbang di wilayah udara Turki. Hal itu sesuai penilaian bersandar kepada jejak termal pesawat.” (Deutsche Welle, 25/11/2015) Di sini amerika menyenangkan kedua pihak!

– Seperti yang kami sebutkan di jawaban “minimal sejauh yang bisa dilihat”, yakni sesuai data-data yang bisa dilihat. Jika tidak, maka tumpang tindihnya aksi-aksi militer dengan aktifitas-aktifitas politik membuat kemungkinan terjadinya fluktuasi dalam berbagai peristiwa dan akibat-akibatnya tidak bisa dijauhkan…

– Dan terakhir, sungguh hal yang manyakitkan adalah meskipun itu adalah negeri Islam namun hasil-hasil dan peristiwa-peristiwa di sana dikendalikan oleh kaum kafir imperialis dan antek-antek mereka! Meski demikian, hari-hari itu terus bergilir dan tidak akan panjang waktunya, dengan izin Allah, hingga cahaya al-Khilafah menyinari negeri Islam, bahkan menyebar ke segala penjuru bumi, dan musuh-musuh Islam akan lari tunggang langgang ke jantung negeri mereka… itu jika masih tersisa untuk mereka jantung negeri itu.

﴿وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ ﴾

“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.” (TQS Shad [38]: 88)

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

13 Shafar 1437 H
25 November 2015 M
https://www.facebook.com/Ata.abualrashtah/posts/514954815339267:0